Breaking News
Loading...
Friday, 5 July 2013

JENIS-JENIS PANTUN


Jenis-jenis pantun- Pantun merupakan puisi lama asli Indonesia. Pada masanya pantun digunakan para muda mudi dalam dunia percintaan. Pada era sekarang ini para muda mudi tidak lagi menggunakan pantun. Hampir semua daerah di Indonesia mengenal bentuk pantun, tetapi namanya berbed-beda.
            Pantun merupakan puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas empat barisi, berirama a b a b. baris pertama mempunyai persamaan bunyi dengan baris ketiga, baris  kedua mempunyai persamaan bunyi dengan baris keempat. Tiap beris terdiri dari 8 hingga 12 suku kata.
Baris pertama dan kedua merupakan sampiran atau persiapan bagi baris ketiga dan keempat yang bertindak sebagai isi. Dengan demikian, untuk memahami pantun cukup melihat baris ketiga dan baris ketiga dan baris keempat.
Berdasarkan isinya pantun dapat dibedakan mejadi berikut ini.
a.       Pantun anak-anak
Pantu anak-anak adalah pantun yang dapat digunakan anak-anak pada saat bermain atau bergurau.
Contoh:
            Dari Ambun hendak ke Perak
            Singgah sebentar ke Semarang
            Si Jibun mencari kerak
            Hitam hidungnya kena arang
b.      Pantun orang muda
Pantun ini biasa digunakan oleh kaum muda dalam berkenalan, berkasih-kasihan, bercerai, maupun berdagang.
Contoh:
            Pandang berbunga dalam rimba,
            Angin menderu dan Tiku.
            Badanlah lama tak bersua,
            Kiilah kita harus bertemu.
c.       Pantun orang tua
Pantun orang tua biasa digunakan oleh orang tua dan berisi nasihat yang bersifat mendidik
Contoh:
            Asam gandis asam gelugur
            Ketiga asam bersekat-sekat
            Jangan menangis di pintu kubur
            Teringat badan tak salat
d.      Pantun jenaka
Pantun ini bersifat jenaka berisi teka-teki
Contoh:
            Burung nuri burung dara
            Terbang ke sisi taman kayangan
            Cobalah cari wahai saudara
Makin diisi maki ringan
Berdasarkan bentuknya , pantun dibedakan menjadi berikut ini
a.       Pantun biasa
Pantu yang terdiri atas empat baris dengan ciri-ciri tersebut di muka disebut pantun biasa.
Contoh-contoh di muka termasuk pantun biasa.
b.      Pantun kilat atau karmina
Pantun kilat hanya terdiri dari dua baris. Baris pertama merupkan sampiran, baris kedua  merupakan isi pantun kilat bersajak a a.
Contoh:
1)      Sudah gaharu cendana pula
Sudah tahu bertnya pula
2)      Dahulu parang sekaran besi
Dahulu saying sekarang benci
c.       Pantun berkait
Pantun berkait terdiri atas lebih dari dua bait. Baris kedua dan dan keempat pada bait 1 menjadi ke 1 dan ke 3 bait 2, begitu seharusnya.
Contoh:
            Buah ara, batang dibantun
            Mari bantun dengan parang
            Hai saudara dengarlah pantun
Pantun, mengata orang

Mari bantun dengan parang
Berang besarn di dalam padi.
Pantun tidak mengata orang
Janganlah syak di dalam hati
Berang besar di dalam padi
Rumpun buluk dibuat pagar
Jangan syak di dalam hati
Maklum pantun saya belajar.
d.      Talibun
Talibun pantunn yang terdiri atas lebih dari empat baris, tetapi 4 baris, tetapi harus genap, misalnya 6, 8, 10, 12 baris.rumus sajaknya silang, misalnya jika talibun terdiri atas enam baris, persajakannya a-b-c, a-b-c. jika delapan baris, prsajakannya a-b-c-d, a-b-c-d. setengah dari banyaknya baris merupakan sampiran, dan setengahnya lagi merupakan isi.
Contoh:
            Sejak berbunga daun pandan
            Banyak tikus di pematang
            Anak buaya dating pula
            Daun selasih tambah banyak
            Sejak semula degang berjalan
            Tidak putus dirundung malang
            Banyak bahaya yang menimpa
            Namun kasih berpaling tidak.

Nah  itulah tadi beberapa jenis-jenis pantun berdasarkan isinya dan berdasarkan betuknya. Semoga dengan adanya pamaparan mengenai jenis-jenis pantun ini, pengetahuan kita mengenai ragam budaya Indonesia semakin bertambah.

0 komentar:

 
Toggle Footer